Rabu, 23 Mei 2012

Lari Keliling Kompleks

Kebiasaan pelajaran olahraga di awal semester adalah lari keliling kompleks 3x, yang putra harus 15 menit, yang putri harus 20 menit.

Aku bukan tipikal orang yang suka olahraga, apalagi lari. Tapi alasan benci lari nggak akan menghindarkanku dari lari yang satu ini.

Jadi aku berlari, semampuku. Dan berhenti sambil berjalan pelan.

Remidi. Bukan hal baru kan, seperti berita bahwa aku pendek, aku sudah tau.

Tapi masalahnya, remidi = lari lagi minggu depan, sama sekali bukan berita bagus.

Minggu depannya aku lari lagi, bedanya kali ini, ada Tika dan Tyak di belakang para anak yang remidi, yang satu pemain basket, yang satunya lagi atlet kempo, lari itu hal kecil buat mereka. Ikut lari bersama kami, para anak yang remidi, itu bentuk solidaritas mereka sesama teman.

Mereka ada di belakang kami, menyemangati kami, dan menendangi kaki kami dari belakang ketika kami mulai berjalan, "Kalau capek jangan berhenti, lari terus.." gitu katanya.

Jadi aku berlari, dadaku sakit, aku muntah 2 kali, pusing, tapi aku tetap berlari. Sampai akhirnya aku sampai ke gerbang Smala, aku masih ingat Latifa berkata, "Pas Win, 20 menit!" dan aku langsung kegirangan.

Setelah itu, kata-kata itu semacam membekas tersendiri di diriku. Suatu saat di hidupku, aku harus belari, mungkin ada halangan, aku capek, dan sudah tidak sanggup lagi, tapi aku harus tetap berlari, dan pada akhirnya aku akan mendapatkan apa yang aku tuju.

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar