Selasa, 22 November 2011

Ketakutan

Suara-suara yang tidak terdengar, yang mungkin hanya imajiku.. Suara-suara itu lebih mirip teriakan, teriakan panjang yang datang bertumpuk-tumpuk.. Yang dihubung-hubungkan dengan kenyataan di luar sana.. atau memang benar ini kenyataan? yang selalu aku anggap hanya imaji? yang mendekati kenyataan

Perbedaan antara khayalan dan kenyataan terlihat begitu buram, nyaris menyatu. Tapi ada saat dimana khayalan itu terlalu jauh, sehingga aku tahu tidak akan menyatu, tapi bagaimana dengan khayalan yang lain? yang terus berhimpit pada kenyataan? yang terlihat menyatu dengan kenyataan?

Atau mungkin kenyataan yang kubuat seolah-olah hanya khayalanku saja, seakan tidak pernah terjadi, semua beban berat yang menghantam badan ini selalu menjadi khayalan saja?

Pemikiran-pemikiran aneh itulah yang membuatku takut.

Imajinasiku terlalu kuat sampai-sampai aku ketakutan mendengarnya.. Tapi aku cukup waras untuk tidak membiarkannya mengambil alih.

Tapi kadang, beban yang kuanggap khayalan, dan pemikiran yang menyerempet kenyataan itu mendesak dada ini, rasa sesaknya nyata.. tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan, sesak di dada itu muncul dan aku tidak tahu kenapa. Air mata itu muncul, tapi aku tidak tahu bagaimana...

Teka-teki di dalam diriku sendirilah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu..
Tapi bagaimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar