Rabu, 15 Februari 2012

Aku

Aku sama sekali bukan murid kesayangan guru Bahasa Indonesia. Nilaiku selalu antara 80 atau remidi. Tapi aku masih ingat betul hari itu, saat Ustadzahku bertanya, "Kamu buat ini sendiri?" tanyanya sambil mengembalikan kertas itu kepadaku. "Iya, Ustadzah.." jawabku sambil memandang bingung Guru Bahasa Indonesiaku itu.

Saat itu aku masih kelas 3 SD, saat aku masih sangat ingin menjadi pengacara seperti ayahku, atau menjadi arsitek dan membangun rumah bagus. Tak pernah terbayangkan impian lain sebelumnya. Tapi begitu beliau berkata, "Bagus, bagus ini, na.." Tiba-tiba impian itu muncul begitu saja.

"Jadi penulis itu gimana dapet uangnya, siapa yang mau beli, iya kalau laris kayak J.K. Rowling gitu." kata seorang temanku waktu SMP, saat komik lebih menarik hatiku daripada berhadapan dengan laptop dan menulis.

"Aku mau mewakili Indonesia di Sea Games," "Aku mau jadi Paskib Nasional," kata mereka saat semua mulai beranjak dewasa dan mulai menentukan impian masing-masing. "Aku mau jadi apa?" tanyaku pada diri sendiri.

Pengacara? Nggak. Aku nggak suka orang bertengkar.
Arsitek? Ya. Aku mau bangun rumah bagus.
Dokter Bedah? Ya. Aku mau bahagiain orang tua dan... mau njahit perut orang.

Tapi kenapa ada yang kurang. Rasanya bukan itu impian yang aku butuhkan.

Oh. Aku.... mau jadi Penulis
Aku... mau buat buku.

Ya! Itu Impianku! Dan... Ya! Itu Aku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar